Sambil Menyelam Minum Air…( Sambil Berolahraga Sekalian Berdarmawisata)
REP | 09 July 2012 | 15:49
Dibaca: 400
Komentar: 5
1 menarik
Sabtu, 7 Juli 2012
Siang itu, kira-kira jam 14.00 wib kita berangkat ke Tamangmangu dengan tujuan lokasi Lawu Adventure Resort dalam rangka latihan biasa Lembaga Seni Pernafasan Satria Nusantara (LSPSN) cabang Solo. Lawu Adventure Resort, tempat yang cukup luas dan cocok untuk outbond, kemah dan sejenisnya yang dikontrak salah satu pengusaha dan musisi senior negeri ini, Setiawan Djody. Sedang Satria Nusantara adalah salah satu ilmu bela diri yang digali dari akar budaya leluhur bangsa Indonesia yang memadukan antara gerak tubuh dan pernafasan serta konsentrasi untuk menghasilkan suatu sistem biolistrik tubuh yang lebih mantap, kuat dan teratur, sehingga dapat membela diri sendiri terhadap berbagai serangan (penyakit) di dalam tubuh, dapat pula dimanfaatkan untuk beladiri terhadap serangan dari luar dan bahkan dapat pula dipergunakan untuk menolong/mengobati orang yang sakit (”Seni Beladiri Tenaga Dalam Satria Nusantara” Tinjauan dari Segi Ilmu, Agama, Kesehatan dan Ketahanan dan “Latihan Kepekaan & Manfaatnya”, oleh Drs. Maryanto, dkk, 1993).
Tidak sampai 1 jam perjalanan, kita sudah sampai di lokasi. Udara yang
bersih, tanah lapang dan sejuknya udara pegunungan seakan mengobati
segala penat di badan. Acara latihan biasa Satria Nusantara (SN) kali
ini berlangsung selama dua hari, yaitu hari Sabtu dan Minggu. Dan baru
kali ini pula SN mengadakan latihan alam dengan menginap di tenda
(sebelum-sebelumnya dengan bermalam di tempat penginapan). Menginap di
tenda ? Repot donk…Tidak ! Disana (Lawu Adventure Resort) menyediakan
berbagai macam paket. Kita menggunakan paket kemah Rp. 35.000/orang
dengan rincian : tiket masuk, makan porsinan (dua kali) tenda prisma ,
kayu bakar dan lampu. Satu tenda berisi enam (6) orang. Murah kan…Disana
juga kolam renang, bentuknya artistik. Tapi kalau kita mau memakainya,
kita mesti bayar Rp. 250.000,-.
Jam 17.00 wib peserta latihan biasa Lembaga Seni Pernafasan Satria
Nusantara (LSPSN) datang. Jumlahnya 20 orang, terdiri dari anggota putra
putri dan dua pelatih. Baru setelah Isya’ latihan dimulai. Diawali
dengan do’a, duduk nafas, jurus dasar dan ditutup dengan duduk nafas
& do’a. Dalam 10 bagian jurus dasar tersebut, masing-masing jurus
mempunyai manfaat yang berbeda bagi organ tubuh kita. Peserta latihan
pernafasan Satria Nusantara dilatih untuk bernafas dengan ritme yang
teratur, pelan dan dalam disertai konsentrasi dzikir (bagi yang muslim).
Selesai latihan, jam 20.00 wib makan malam di cafe Lawu Adventure
Resost, jam 21.00 wib acara dilanjutkan dengan membuat api unggun,
latihan pengembangan (demo) dan sarasehan. Banyak latihan pengembangan
yang sudah dilakukan SN. Misalnya memecah stang dragon dengan tangan
kosong atau memakai kaos, mengangkat orang dengan kertas koran tanpa
sobek, memecah botol minuman dengan tangan kosong dll. Kali ini, demonya
dengan memecah botol minuman ringan dengan tangan kosong. Dengan arahan
dan tehnik yang diberikan pelatih, para peserta terutama anggota baru
pada mencoba. Dan yang berhasil hanya satu. Duh…senengnya . Malam
semakin dingin, tapi sarasehan semakin hangat. Banyak yang dibahas, baik
itu mengenai kesehatan, organisasi ataupun pengalaman dari anggota
sebelum ikut SN dan setelah ikut SN. Baru pada jam 23.00 wib acara
sarasehan selesai dan dilanjutkan besok pagi untuk latihan.
Siang itu, kira-kira jam 14.00 wib kita berangkat ke Tamangmangu dengan tujuan lokasi Lawu Adventure Resort dalam rangka latihan biasa Lembaga Seni Pernafasan Satria Nusantara (LSPSN) cabang Solo. Lawu Adventure Resort, tempat yang cukup luas dan cocok untuk outbond, kemah dan sejenisnya yang dikontrak salah satu pengusaha dan musisi senior negeri ini, Setiawan Djody. Sedang Satria Nusantara adalah salah satu ilmu bela diri yang digali dari akar budaya leluhur bangsa Indonesia yang memadukan antara gerak tubuh dan pernafasan serta konsentrasi untuk menghasilkan suatu sistem biolistrik tubuh yang lebih mantap, kuat dan teratur, sehingga dapat membela diri sendiri terhadap berbagai serangan (penyakit) di dalam tubuh, dapat pula dimanfaatkan untuk beladiri terhadap serangan dari luar dan bahkan dapat pula dipergunakan untuk menolong/mengobati orang yang sakit (”Seni Beladiri Tenaga Dalam Satria Nusantara” Tinjauan dari Segi Ilmu, Agama, Kesehatan dan Ketahanan dan “Latihan Kepekaan & Manfaatnya”, oleh Drs. Maryanto, dkk, 1993).
tenda-tenda di Lawu Adventure Resort, Tawangmangu (dok. pribadi)
kolam renang dengan sewa Rp. 250.000,- (dok. pribadi)
sang pemilik LAR, Tawangmangu (dok.pribadi)
tetap semangat latihan diantara dinginnya udara Tamangmangu (dok. pribadi)
makan malam dengan nasi putih sup ayam dan teh hangat (dok. pribadi)
membuat api unggun (dok. pribadi)
berhasil…berhasil…berhasil…hore !!!(dok. pribadi)
Minggu, 8 Juli 2012
Adzan Subuh sudah berkumandang, dinginnya pagi terasa menusuk tulang. Tapi harus segera beranjak untuk sholat Subuh dan latihan lagi. Diawali dengan lari-lari kecil kemudian ke latihan inti. Sebelum latihan selesai, pelatih menekankan bahwa acara ini luar biasa. Semua peserta bisa bertahan di udara dingin. Latihan alam seperti ini penting untuk mengetahui hasil latihan kita selama ini. Setelah makan pagi, semua berkemas untuk pulang, dan kembali ke aktivitas masing-masing.
Adzan Subuh sudah berkumandang, dinginnya pagi terasa menusuk tulang. Tapi harus segera beranjak untuk sholat Subuh dan latihan lagi. Diawali dengan lari-lari kecil kemudian ke latihan inti. Sebelum latihan selesai, pelatih menekankan bahwa acara ini luar biasa. Semua peserta bisa bertahan di udara dingin. Latihan alam seperti ini penting untuk mengetahui hasil latihan kita selama ini. Setelah makan pagi, semua berkemas untuk pulang, dan kembali ke aktivitas masing-masing.
latihan pagi hari (dok. pribadi)
bergerak dan tetap konsentrasi (dok. pribadi)
bunga soka pink (dok. pribadi)
SATRIA NUSANTARA…
SEMBUH, SEHAT, SAUDARA…
SEMBUH, SEHAT, SAUDARA…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar