a. Perintah Dzikir dalam Al-Qur’an
Q. S. Al-Ahzab : 41-42 :
“Hai orang-orang yang beriman,
berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan
bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.”
Q. S. Al-Baqarah : 152 :
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku
niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah
kamu mengingkari (ni`mat) -Ku.”
Q. S. Ar-Ra’d : 28 :
: “(yaitu) orang-orang yang beriman
dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan
mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”
Q. S. Ali Imran : 190-191 :
“Sesungguhnya dalam penciptaan
langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda
bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil
berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang
penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau
menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari
siksa neraka.”
Q. S. Az-Zukhruf : 36 :
“Barangsiapa yang berpaling dari
zikir akan Allah, Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan
itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.”
Q. S. Al-Anfaal : 45 :
“Hai orang-orang yang beriman,
apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah
(nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.”
Q. S. Al-Jumu’ah : 10 :
“Apabila telah ditunaikan
sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan
ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”
Q. S. Al-Ahzab : 35 :
“Sesungguhnya laki-laki dan
perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan
perempuan yang tetap dalam keta`atannya, laki-laki dan perempuan yang benar,
laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu`,
laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa,
laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan
yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan
dan pahala yang besar.”
Q. S. Al-A’raaf : 205 :
“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam
hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan
suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang
lalai.”
Q. S. Al-Hasyr : 19 :
“Dan janganlah kamu seperti
orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada
diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.”
Dari beberapa ayat Al-Qur’an
tersebut di atas, sudah jelaslah bahwa Allah SWT memerintahkan kita supaya
banyak berdzikir kepada-Nya serta menegaskan bahwa dzikir itu adalah suatu
rangka dari kesempurnaan iman yang harus dikekalkan oleh hamba-hamba-Nya yang
beriman dan dengan berdzikrulah hati menjadi tenang.
Dan orang-orang yang lalai dalam
mengingat Allah maka dia akan menjadi temannya setan. Walhasil, orang Mu’min
yang benar-benar beriman kepada Allah dan ingin memperoleh kesempurnaan
imannya, maka dia tidak akan melengahkan untuk selalu ber-dzikrullah.
b. Perintah Dzikir dalam Hadits
Hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh
Bukhari dan Muslim, Allah berfirman :
“Aku ini adalah menurut dugaan
hamba-Ku, dan Aku menyertainya dimana saja ia berdzikir kepada-Ku, jika ia
berdzikir atau ingat pada-Ku dalam hatinya maka Aku akan ingat pula padanya
dalam hati-Ku, dan kalau ia mengingati-Ku di depan umum, maka Aku akan
mengingatinya pula di depan khalayak yang lebih baik. Dan seandainya ia
mendekatkan dirinya kepada-Ku sejengkal, Aku akan mendekatkan diri-Ku kepadanya
sehasta, dan jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku akan mendekatkan diri-Ku
kepadanya sedepa, dan jika ia datang kepada-Ku secara berjalan kaki, Aku akan
datang kepadanya dengan berlari.”
Hadits yang diriwayatkan oleh
Muslim, Rasulullah SAW bersabda :
“Telah majulah orang-orang istimewa
!”
Tanya sahabat : “Siapakah
orang-orang istimewa itu ?”
Ujar Rasulullah SAW : “Mereka ialah
orang-orang yang berdzikir kepada Allah, baik laki-laki maupun perempuan.”
Hadits yang diriwayatkan oleh
Bukhari, Rasulullah SAW bersabda :
“Perumpamaan orang-orang yang dzikir
kepada Allah dengan yang tidak, adalah seperti orang yang hidup dengan yang
mati!”
Hadits yang diriwayatkan oleh
Turmudzi dan Ahmad juga oleh Hakim, dikatakan bahwa ada seorang laki-laki
bertanya : “Mengenai syariat-syariat Islam telah banyak anda sebutkan padaku
sekarang sebutkan pula padaku sesuatu yang harus aku pegang teguh”, maka
Rasulullah SAW bersabda : “Mulutmu tidak akan kering disebabkan dzikir kepada
Allah.”
Dan kepada sahabat-sahabatnya
dipesankannya : “Maukah kamu saya tunjukkan yang lebih utama dan lebih suci di
sisi Tuhanmu, lebih meningkatkan derajatmu dan lebih berharga dari menafkahkan
emas dan perak, bahkan lebih baik dari menghadapi musuhmu dimana kamu berusaha
akan menebas leher mereka, sebaliknya mereka berusaha akan menebas lehermu ?”
“Mau, wahai Rasulullah”, ujar
mereka.
Maka sabdanya : “Yaitu berdzikir
kepada Allah !”
Hadits yang diriwayatkan oleh Mu’adz
ra, Rasulullah SAW bersabda :
“Tidak satupun amal yang dikerjakan
oleh anak cucu Adam, yang lebih membebaskannya dari siksa Allah dari pada
dzikir kepada Allah ‘azza wajalla.”
Hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad,
Rasulullah SAW bersabda :
“Sesungguhnya apa-apa yang kamu
sebut waktu berdzikir tentang keagungan Allah ‘azza wajalla, baik berupa
tahlil, takbir dan tahmid, akan beredar keliling ‘arasy sambil memiringkan
kepala mereka ke kiri dan kanan dan men-dengungkan bagai dengungan lebah
menyebutkan irama orang yang mengucapkannya. Nah, tidak sukakah kamu memiliki
sesuatu yang akan mengumandangkan namamu itu ?”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar